Selasa, 23 Oktober 2012

SELF ASSESSMENT DAN CGPI BANK MAYAPADA DAN BANK CIMB NIAGA TAHUN 2004 - 2010


SELF ASSESSMENT DAN CGPI BANK MAYAPADA DAN BANK CIMB NIAGA TAHUN 2004 - 2010 


KATA PENGANTAR

Penulis mengucapkan Puji dan Syukur Kepada Allah S.W.T atas segala berkat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan tugas makalah ini. Maksud dan tujuan penulisan  ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat tugas yang diberikan oleh dosen softskill yaitu ibu Caecilia Widi Pratiwi. Adapun judul makalah ini adalah “SELF ASSESSMENT DAN CGPI BANK MAYAPADA & BANK CIMB NIAGA TAHUN 2004 – 2011”
Dengan segala kerendahan hati penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, akan tetapi berkat bimbingan, dorongan serta saran – saran dari berbagai pihak, maka penulis pun dapat menyelesaikan penulisan ilmiah ini.
Besar harapan penulis dengan adanya penulisan ilmiah ini dapat bermanfaat guna menambah wawasan dan pengetahuan penulis pada khususnya dan pihak lain pada umumnya.

Jakarta, 2012

Penulis









1.     Pelaksanaan GCG
A.    BANK MAYAPADA TAHUN 2010
Transparansi Pelaksanaan GCG
Dalam transparansi pelaksanaan GCG akan dibahas 12 (duabelas) aspek pelaksanaan prinsip-prinsip GCG sebagai berikut:
·         Pengungkapan pelaksanaan GCG
·         Kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang mencapai 5% (lima persen) atau lebih dari modal disetor
·         Hubungan keuangan dan hubungan keluarga anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi lainnya dan/atau Pemegang Saham Pengendali Bank
·         Kebijakan remunerasi dan fasilitas lain dewan Komisaris dan Direksi
·         Share Option
·         Rasio gaji tertinggi dan terendah
·         Frekuensi rapat Dewan Komisaris
·         Jumlah penyimpangan internal
·         Permasalahan hukum
·         Transaksi yang mengandung benturan kepentingan
·         Buy back share dan buy back obligasi bank
·         Pemberian dana untuk kegiatan sosial dan kegiatan politik selama periode pelaporan

Pengungkapan Pelaksanaan GCG
Pengungkapan pelaksanaan GCG meliputi 7 aspek sebagai berikut:

a. Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris dan Direksi.
·         Komisaris
Dewan Komisaris yang terdiri dari 4 (empat) orang anggota, dimana 2 (dua) orang diantaranya merupakan Komisaris independen. Seluruh anggota Dewan Komisaris tinggal di Indonesia. Penggantian dan atau pengangkatan anggota Dewan Komisaris telah memperhatikan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi.

Kriteria untuk menjadi anggota Dewan Komisaris adalah:
§  Memiliki integritas, kompetensi dan  reputasi keuangan yang memadai dan telah lulus fit & proper test yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
§  Tidak sedang menjabat sebagai Komisaris, Direksi atau Pejabat eksekutif pada bank lain.
§  Mayoritas Komisaris tidak saling memiliki hubungan keluarga dengan sesama anggota Komisaris atau Direksi lainnya.

b. Kelengkapan Dan Pelaksanaan Tugas Komite-Komite
·         Komite Audit
Anggota Komite Audit terdiri dari 3 (tiga) orang, yang diketuai oleh seorang komisaris independen, 1 (satu) orang adalah pihak independen yang ahli dibidang keuangan dan 1 (satu) orang adalah pihak independen yang ahli dibidang perbankan.

c. Penerapan Fungsi Kepatuhan, Audit Intern dan Audit Ekstern
·         Fungsi Kepatuhan
Dalam rangka memastikan kepatuhan Bank terhadap peraturan Bank Indonesia, peraturan Bapepam, peraturan Pajak serta peraturan-peraturan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan Bank, telah ditunjuk seorang Direktur Kepatuhan (Compliance Director). Dalam pelaksanaannya Direktur Kepatuhan dibantu oleh Satuan Kerja Kepatuhan yang independen terhadap satuan kerja operasional. Pelaksanaan fungsi kepatuhan berpedoman pada ketentuan Bank Indonesia tentang Penugasan Direktur Kepatuhan dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum.
·         Fungsi Audit Intern
Bank telah menerapkan fungsi audit intern dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) dan Intenal Control (IC) yang independen terhadap satuan kerja operasional. Fungsi audit intern telah diterapkan secara efektif pada seluruh aspek dan unsur kegiatan bank. Penerapan fungsi audit berpedoman pada persyaratan dan tata cara sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Penugasan Direktur Kepatuhan dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. SKAI dan IC dalam melaksanakan fungsinya secara independen dan melakukan penilaian terhadap Kecukupan Sistem Pengendalian Intern Bank, Efektifitas Sistem Pengendalian Intern Bank dan Kualitas kerja. Seluruh temuan pemeriksaannya dilaporkan kepada manajemen dan Bank Indonesia. SKAI akan memantau dan melaporkan perkembanga pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah dilakukan auditee
·         Fungsi Audit Ekstern
Dalam melaksanakan audit laporan keuangan, Bank telah menunjuk Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Bank Indonesia. Penugasan audit kepada Akuntan Publik dan KAP dengan mempertimbangkan aspek-aspek:
§  Kapasitas Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk
§  Legalitas perjanjian kerja
§  Ruang lingkup audit
§  Standar profesional akuntan publik
§  Komunikasi Bank Indonesia dengan KAP dimaksud
Penunjukan Akuntan Publik dan KAP telah memperoleh persetujuan dari RUPS berdasarkan rekomendasi dari Komite Audit.

d. Penerapan Manajemen Risiko
Pada tahun 2010 Bank Mayapada telah menerapkan manajemen risiko dengan melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian terhadap 8 jenis risiko yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko stratejik, risiko reputasi serta risiko kepatuhan. Dalam rangka menerapkan PSAK 50, maka Bank Mayapada masih dalam membangun data perkreditan untuk menghitung probability default untuk kategori debitur kolektifdengan menggunakan pendekatan migration analysis sampai dengan akhir tahun 2011.

e. Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait Dan Penyediaan Dana Besar
Dalam rangka menghindari kegagalan usaha Bank sebagai akibat penyediaan dana, Bank akan menerapkan prinsip kehati-hatian khususnya penyediaan dana dalam jumlah besar/terkonsentrasi kepada debitur tertentu dan penyediaan dana kepada pihak terkait. Penyediaan dana diterapkan dengan melakukan penyebaran/diversifikasi portofolio. Disamping itu penyediaan dana kepada pihak terkait harus dengan sepengetahuan Komisaris. Penyediaan dalam jumlah besar dan kepada pihak terkait selalu berpedoman pada ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).

f. Rencana Strategis Bank
Rencana strategis bank dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu rencana jangka panjang (corporate plan) dan rencana jangka menengah dan pendek (business plan). Rencana jangka panjang (Corporate Plan) Bank Mayapada adalah:
·         Menjadi salah satu bank swasta devisa terkemuka
·         Menjadi bank pilihan untuk nasabah dengan usaha kecil, menengah dan konsumtif
·         Menerapkan manajemen risiko dan good corporate gonernance dengan baik dan konsisten
·         Mempertahankan rasio CAR di atas 15%
·         Menjaga NPL dibawah 3%
Rencana jangka menengah Bank Mayapada dikaitkan dengan struktur permodalan Bank Mayapada yang antara Rp.100 milyar dan Rp.10 trilyun dan sesuai dengan Arsitektur Perbankan Indonesia, Bank Mayapada akan menjadi Bank Fokus dengan fokus kegiatan nasabah ritel dan konsumtif.
Rencana jangka pendek yang merupakan pendukung dalam mencapai rencana
menengah dan panjang adalah:
·         Meningkatkan jumlah kantor operasional
·         Mengembangkan teknologi informasi
·         Melakukan konsolidasi perbankan dengan akuisisi atau merger
·         Meningkatan kemampuan sumber daya manusia

g. Transparansi Kondisi Keuangan Dan Non Keuangan
Bank telah menyusun dan menyajikan laporan dengan tatacara , jenis dan cakupan sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Transparansi Kondisi Keuangan dan laporan telah disampaikan kepada: Bank Indonesia,Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Lembaga Pemeringkat (Pefindo), Perbanas, Himbara, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Lembaga Penelitian di bidang ekonomi (CSIS dan Danareksa Research), Majalah Ekonomi dan Keuangan (Info Bank dan Investor).

B.     BANK CIMB NIAGA
Pengungkapan Pelaksanaan GCG
Kepemilikan saham di CIMB Niaga Posisi 31 Desember 2010:
                                   1.            Seluruh anggota Dewan Komisaris tidak memiliki saham pada CIMB Niaga
                                   2.            Kepemilikan Saham pada Perusahaan lain menurut ketentuan Bank Indonesia, anggota Dewan Komisaris baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dilarang memiliki saham melebihi 25% dari modal disetor pada suatu perusahaan lain
                                   3.            Ketentuan ini dapat dipenuhi Perusahaan. Kepemilikan Saham Mencapai 5% atau Lebih dari Modal Disetor pada Perusahaan lain.

Pengungkapan pelaksanaan GCG meliputi 7 aspek sebagai berikut:
                              a.            pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi
·         Dewan Komisaris
Adapun tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai berkut:
§  wajib memastikan terselenggaranya pelaksanaan Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Perusahaan  pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi
§  wajib mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Perusahaan
§  dilarang terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional Perusahaan, kecuali :
a. penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum
b. hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perusahaan atau peraturan perundangan yang berlaku
§  Pengambilan keputusan oleh Dewan Komisaris merupakan bagian dari tugas pengawasan oleh Dewan Komisaris sehingga tidak meniadakan tanggung jawab Direksi atas pelaksanaan kepengurusan Perusahaan
§  Dewan Komisaris wajib memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja audit intern Perusahaan, auditor ekstern, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain.
§  wajib memberitahukan kepada Bank Indonesia paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukannya :
a.       pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan
perbankan
b.      keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan
kelangsungan usaha Perusahaan
§  Dewan Komisaris wajib membentuk paling kurang :
a. Komite Audit
b. Komite Pemantau Risiko
c. Komite Nominasi dan Remunerasi dan memastikan Komite telah melaksanakan tugasnya secara efektif
§  Pengangkatan Anggota Komite sebagaimana dimaksud pada butir (7) dilakukan oleh Direksi berdasarkan keputusan Rapat Dewan Komisaris.

                              b.            kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian intern Perusahaan
Guna membantu pelaksanaan tugas dan fungsinya secara efektif dan efisien, Dewan Komisaris membentuk beberapa Komite sesuai kebutuhan dan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku. Komite-komite di tingkat Dewan Komisaris adalah:
·         Komite Audit
Sepanjang tahun buku 2010, Komite Audit antara lain telah menyelenggarakan rapat sebagai bagian dari pelaksanaan tugasnya:
§  Mengadakan rapat dengan Audit Intern untuk membahas rencana audit dan lingkup audit, kecukupan sistim pengendalian intern, temuan audit yang signifikan dan tindak lanjutnya, serta tindak lanjut atas rekomendasi Bank Indonesia dan Akuntan Publik. Pembahasan dengan audit intern dalam tahun 2009 dilakukan 12 kali
§  Mengadakan rapat dengan Direktur Keuangan dan pejabat eksekutif keuangan untuk membahas pelaporan keuangan untuk meyakinkan bahwa penyajian, perlakuan akuntansi dan pengungkapannya telah sesuai dengan Standar Akuntansi yang berlaku umum, serta melakukan review terhadap kesiapan implementasi PSAK 50/55. Pembahasan dengan Direktur Keuangan dan pejabat eksekutif keuangan dalam tahun 2009 dilakukan 7 kali
§  Mengadakan rapat dengan Akuntan Publik untuk membahas rencana audit, lingkup audit, temuan audit yang signifikan dan implementasi Standar akuntansi yang berlaku umum. Pembahasan dengan Akuntan Publik dalam tahun 2009 dilakukan 8 kali
§  Mengadakan rapat dengan unit kerja tertentu untuk meyakinkan kecukupan sistim pengendalian intern dan implementasi good corporate governance seperti melakukan review terhadap proses integrasi saat Single Platform Day 1, penanganan keluhan nasabah, penentuan nilai agunan serta implementasi restrukturisasi kredit dan penyelesaiannya. Pembahasan dengan unit kerja dalam tahun 2009 dilakukan 18 kali

                              c.            penerapan fungsi kepatuhan, auditor intern dan auditor ekstern
·         Fungsi Kepatuhan
Memberikan arahan dan menetapkan kebijakan terkait dengan pelaksanaan Standar Tata Kelola Perusahaan serta memastikan seluruh regulasi (kebijakan, sistem, prosedur) intern Perusahaan tunduk dan selaras dengan peraturan dan regulasi ekstern yang terkait (Bank Indonesia, dan lembaga/ otoritas keuangan lainnya). Selain itu juga bertanggung jawab untuk mengelola aspek risiko hukum.
Fungsi kepatuhan bersifat mencegah untuk memastikan bahwa kebijakan, ketentuan, sistem dan prosedur serta kegiatan usaha Perusahaan telah sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan ketentuan perundang-undangan yang
berlaku. Fungsi ini dilakukan melalui suatu program Kepatuhan yang mencakup sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran terhadap kepatuhan, pengujian kepatuhan, monitor kepatuhan dan komitmen serta pelaporan status kepatuhan. Selain melaksanakan fungsi yang berhubungan dengan kepatuhan, Satuan Kerja Kepatuhan juga diberikan tanggung jawab terhadap pelaksanaan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme serta memantau implementasi GCG.
·         Auditor Intern
Dalam pelaksanaan audit, Auditor Intern berpedoman kepada kode etik audit intern yang mencakup prinsip-prinsip integritas, obyektivitas, kerahasiaan, independensi, menghindari pertentangan kepentingan, pelaksanaan tugas, kehati-hatian dalam memanfaatkan informasi dan penggunaan bukti pendukung. Secara teknis pelaksanaannya merujuk kepada Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Perusahaan sebagaimana ditetapkan oleh Bank Indonesia dan best practice.
Audit Intern memberikan assurance dan consulting yang independen dan obyektif yang dapat memberi nilai tambah dan memperbaiki operasional CIMB Niaga. Audit Intern membantu CIMB Niaga dalam mencapai tujuannya dengan cara mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian intern dan governance procesess.
·         Auditor Ekstern
Dewan Komisaris melalui Komite Audit merekomendasikan penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja Wibisana dan rekan untuk tahun buku 2010. Penunjukkan ini berdasarkan evaluasi terhadap reputasi KAP tersebut dan merujuk pada daftar KAP yang menjadi diijinkan menjadi auditor Perusahaan oleh Bank Indonesia. Rekomendasi KAP diajukan melalui Komite Audit.

                              d.            penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian intern
Pengawasan aktif terhadap manajemen risiko menjadi fokus Dewan Komisaris seperti yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Dalam hal ini Dewan Komisaris telah mengadakan kajian terhadap manajemen risiko yang mencakup risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko strategik dan risiko kepatuhan.


                              e.            penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar
Berkaitan dengan likuiditas baik dalam Rupiah maupun US Dollar, Dewan Komisaris mendapatkan laporan ALCO secara berkala sehingga diperoleh gambaran mengenai struktur pendanaan. Pengkajian terhadap kebijakan dan pelaksanaan kebijakan kepegawaian meliputi pelatihan, produktivitas karyawan dan penyelesaian Perjanjian Kerja Bersama dengan 3 (tiga) Serikat Pekerja yang ada.

                               f.            rencana strategis Perusahaan
·         Program Kerja Tahun 2010
§  Pengembangan produk/proyek yang terkait dengan bisnis dan pemasaran, sehingga dapat menghasilkan produk– produk yang berkualitas, bermanfaat dan dibutuhkan nasabah dan masyarakat
§  Meningkatkan kualitas dan nilai tambah bagi produk dan layanan, baik dalam hal teknologi maupun layanan, sehingga dapat dengan cepat merespon keinginan masyarakat dan menanggapi persaingan yang ada
·         Realisasi Kerja Tahun 2010
§  Meluncurkan beberapa produk dan program antara lain: Program Tabungan X-Tra: Setiap Detik Hadiah Menanti, Program Tabungan X-Tra: Festival X-Tra, Kartu Kredit X-Tra, X-Tra Fixed Rate, KPR Dinamis, KPM Smart dan Luxury, Deposito X-Tra, Power Deposit, dan ikut serta sebagai agen penjual ORI 06 & Sukuk
§  Meningkatkan promosi dan pemasaran produk dengan berbagai strategi promosi dan pemasaran antara lain dengan sponsorship, lucky rewards dan penggunaan media promosi yang efektif
§  Meningkatkan kualitas  layanan terhadap transaksi perkreditan nasabah,yaitu dengan memberikan kemudahan pengajuan kredit terutama untuk pensiunan
§  Kemandirian yang menuntut pemilik perusahaan, BOD (Business Development Committee)  dan BOC dalam menjalankan kegiatan usaha melepaskan diri dari berbagai pengaruh atau tekanan yang berasal dari pihak tertentu yang dapat menggangu, merugikan, atau mengurangi obyektifitas pengambilan keputusan.
                              g.            transparansi kondisi keuangan dan non keuangan Perusahaan
Bank telah menyusun dan menyajikan laporan dengan tatacara, jenis dan cakupan sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Transparansi Kondisi Keuangan dan laporan telah disampaikan kepada: Bank Indonesia, Lembaga Penelitian di bidang ekonomi (CSIS dan Danareksa Research), Majalah Ekonomi dan Keuangan (Info Bank dan Investor).

2. Hasil Penilaian GCG
A.    SELF ASSESSMENT BANK MAYAPADA
Score self assessment
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
  - **
  - **
   - **
   - **
1.000
1.525
1.325
1.700

B.     SCORE CGPI BANK CIMB NIAGA
Score CGPI
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
84.23
89.27
89.27
87.90
88.30
88.37
91.42
   - ***

Keterangan:
** Self assessment pada tahun yang bersangkutan tidak dimuat dalam web bank Mayapada. Hal ini kemungkinan terjadi dikarenakan tahun sudah lebih dari 5 tahun terhitung tahun ini (2012).
*** score CGPI pada tahun 2011 tidak ditemukan di web bank CIMB Niaga. Hanya ada self assessment 1,1. Di google juga tidak dimuat.







DAFTAR PUSTAKA

(diunduh pada 23/10/2012)
(diunduh pada 23/10/2012)
Majalah SWA tahun 2008



DIAN TIKA MARDHAN
4EB11
25209940


Kamis, 04 Oktober 2012

tanggung jawab sosial PT. Ramayana Lestari Sentosa

sebuah perusahaan yang didirikan harus mempunyai visi misi yang jelas dalam menjaga kelangsungan perusahaan dalam mencapai target yang diinginkan,tetapi perusahaan tidak bisa memungkiri salah satu faktor yaitu faktor sosial akan turut andil dalam maju atau mundurnya sebuah perusahaan.

sebuah perusahaan yang didirikan tidak dapat mengabaikan faktor sosial budaya yang ada dilingkungan sekitar perusahaan, jika ia sebuah Industri dalam ini pabrik, perusahaan harus dan wajib memikirkan pula tentang AMDAL, karena pabrik biasanya berdiri dekat dengan pemukiman penduduk ataupun pembuangan hasil produksi pabrik tersebut melewati sungai-sungai dekat dengan pemukiman warga. sering kita lihat di massmedia, baik cetak ataupun elektronik menayangkan tentang kisruhnya suasana dilingkungan sekitar pabrik karena banyak pabrik tidak memperhatikan faktor AMDAL tersebut, entah karena limbah membuat tercemarnya sungai, membuat kotor udara sehingga banyak warga yang pernafasannya terganggu, dan lain-lain yang kesemuanya itu akan membuat lingkungan sekitar merasa terganggu akan kehadiran pabrik tersebut.

sebagai pengusaha yang cerdas, yang tidak memperhatikan keuntungan semata, sudah semestinya ia memperhatikan sosial lingkungan dimana pabrik, perusahaan, atau tempat kerja mereka didirikan atau dibangun. banyak hal yang dapat dilakukan perusahaan tersebut guna menyelaraskan tujuan perusahaan dan tercapainya tanggung jawab sosial yang semestinya dilakukan, seperti mendirikan klinik bagi warga sekitar, membuat acara-acara yang menyangkut lingkungan sosial seperti bakti sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, dan ikut serta melakukan atau minimal membantu berkembangnya daerah sekitar perusahaan didirikan, seperti perbaikan sarana umum seperti jalan, membangun sekolah, dan lain-lain, masih banyak yang dapat dilakukan perusahaan dalam masalah ini. sedangkan untuk pabrik-pabrik yang meninggalkan limbah hasil sisa produksi sepatutnya memperhatikan sistem pembuangan limbah. jika limbah dibuang melalui sungai ada baiknya dipikirkan dan dibuat sistem agar ekosistem yang hidup dan bergantung kepada sungai tersebut tidak mati. 

tentunya peran ini sebaiknya tidak hanya dilakukan dari satu pihak, perusahaan harus menggandeng warga sekitar agar ikut membangun, turut membantu agar terjadinya simbiosis mutualisme antara perusahaan dan lingkungan sosial perusahaan tersebut.

dalam hal ini PT. RALS selaku pelaku usaha turut serta memperhatikan lingkungan sosial dengan contoh membagikan 2000 paket sembako di wilayah tanggerang dan melakukan pengobatan gratis pada tahun 2011 kepada keluarg prasejahtera dengan menjaring pasien sampai kepada tindakan medikal / operasi pada rumah sakit yang dirujuk dengan menghabiskan biaya sebesar Rp733.934.228. 

masih banyak contoh baik PT. RALS ataupun PT lain yang melakukan kegiatan serupa. semoga kedepannya semua pengusaha dapat mengikuti kebijakan-kebijakan tersebut.

 

Rabu, 11 April 2012

Wanita berhak memilih pasangan dalam Islam

Para kaum wanita pasti pernah membaca hadits seperti ini kan : “Wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara: Karena hartanya, karena kemuliaan keturunannya, karena kecantikannya dank arena agamanya. Maka pilihlah yang beragama, karena kalau tidak niscaya engkau akan merugi.” (Hadits riwayat Bukhari no: 5090 dan Muslim no: 1466)
Hadits diatas menerangkan tentang kriteria wanita yang harus dipilih oleh kaum lelaki jika ingin memilih pasangan, lalu bagaimana untuk wanita? Apakah kaum wanita tidak berhak memilih pasangan hidup yang dipilihnya? Apakah hanya laki – laki yang berhak memilih mereka kaum perempuan?
Pertanyaan diatas terjawab dengan kita membaca hadits dari Nabi Muhammad SAW dibawah ini :
Diriwayatkan dari Khansaa’ al-Anshariyyah (ia berkata):
”Sesungguhnya bapaknya telah menikahkannya (dengan seorang lelaki) dan (ketika itu) dia sebagai seorang janda, maka dia tidak menyukainya. Lalu dia mendatangi Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam (mengadukan halnya), maka beliau shallallahu ’alaihi wa sallam kemudian membatalkan pernikahannya.” (Hadits riwayat Bukhari no: 5138, 6945 dan 6969, Abu Dawud no: 2101, an-Nasa-i no: 3268, dan Ibnu Majah no: 1873, dengan sanad shahih)
Dari hadits diatas maka jelas bahwa seorang wanita boleh memilih pasangan hidupnya. Dan jika dia tidak menyukai lelaki yang dipasangkan atau dijodohkan dengannya maka dia boleh menolak pinangan lelaki tersebut. Namun, jika dia sudah dinikahkan dengan lelaki tersebut maka dia bisa mengadukan halnya itu kepada Qadhi atau Hakim atau pihak KUA. Seperti yang terjadi pada Khansaa’ al-Anshariyyah, dimana dia dinikahkan dengan seorang lelaki yang tidak dicintainya. Padahal dia telah menyukai dan mencintai Abu Lubabah. Maka setelah Rasulullah shallallahu ’alahi wa sallam membatalkan pernikahannya, beliau shallallahu ’alaihi wa sallam memerintahkan kepada orang tua Khansaa’ agar menikahkan puterinya dengan Abu Lubabah.
    Walaupun demikian, kaum wanita juga diharap tidak sembarang memilih pasangan hidupnya, pilihlah laki – laki yang baik agama dan akhlaq nya, karena mereka senantiasa memuliakan kedudukan kaum wanita. Wallahua’lam bis shawab

review jurnal

INFLASI DI INDONESIA : SUMBER-SUMBER PENYEBAB DAN PENGENDALIANNYA
Adwin S. Atmadja
sumber : http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/aku/article/viewFile/15656/15648%26embedded%3Dtrue

Pendahuluan
Krisis moneter yang melanda negara-negara anggota ASEAN, telah memporakporandakan struktur perekonomian negara-negara tersebut. Bahkan bagi Indonesia, akibat dari terjadinya krisis moneter yang kemudian berlanjut pada krisis ekonomi dan politik ini, telah menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan terhadap sendisendi perekonomian nasional.
Krisis moneter yang melanda Indonesia diawali dengan terdepresiasinya secara tajam nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing (terutama dolar Amerika), akibat adanya domino effect dari terdepresiasinya mata uang Thailand (bath), salah satunya telah mengakibatkan terjadinya lonjakan harga barang-barang yang diimpor Indonesia dari luar negeri. Lonjakan harga barang-barang impor ini, menyebabkan harga hampir semua barang yang dijual di dalam negeri meningkat baik secara langsung maupun secara tidak langsung, terutama pada barang yang memiliki kandungan barang impor yang tinggi.
Karena gagal mengatasi krisis moneter dalam jangka waktu yang pendek, bahkan cenderung berlarut-larut, menyebabkan kenaikan tingkat harga terjadi secara umum dan semakin berlarut-larut. Akibatnya, angka inflasi nasional melonjak cukup tajam.
Lonjakan yang cukup tajam terhadap angka inflasi nasional yang tanpa diimbangi oleh peningkatan pendapatan nominal masyarakat, telah menyebabkan pendapatan riil rakyat semakin merosot. Juga, pendapatan per kapita penduduk merosot relatif sangat cepat, yang mengakibatkan Indonesia kembali masuk dalam golongan negara miskin. Hal ini telah menyebabkan semakin beratnya beban hidup masyarakat, khususnya pada masyarakat strata ekonomi bawah. Jika melihat begitu dasyatnya pengaruh lonjakan angka inflasi di Indonesia (akibat dari imported inflation yang dipicu oleh terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing) terhadap perekonomian nasional, maka dirasa perlu untuk memberikan perhatian ekstra terhadap masalah inflasi ini dengan cara mencermati kembali teori-teori yang membahas tentang inflasi; faktor-faktor yang menjadi sumber penyebab timbulnya inflasi di Indonesia; serta langkah-langkah apakah yang sebaiknya diambil untuk dapat keluar dari perangkap inflasi ini.
Metodologi penelitian
Teori Kuantitas
Teori ini adalah teori yang tertua yang membahas tentang inflasi, tetapi dalam perkembangannya teori ini mengalami penyempurnaan oleh para ahli ekonomi Universitas Chicago, sehingga teori ini juga dikenal sebagai model kaum moneteris (monetarist models). Teori ini menekankan pada peranan jumlah uang beredar dan harapan (ekspektasi) masyarakat mengenai kenaikan harga terhadap timbulnya
inflasi. Inti dari teori ini adalah sebagai berikut :
1. Inflasi hanya bisa terjadi kalau ada penambahan volume uang beredar, baik uang kartal maupun giral.
2. Laju inflasi juga ditentukan oleh laju pertambahan jumlah uang beredar dan oleh harapan (ekspektasi) masyarakat mengenai kenaikan harga di masa mendatang.
Keynesian Model
Dasar pemikiran model inflasi dari Keynes ini, bahwa inflasi terjadi karena masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuan ekonomisnya, sehingga menyebabkan permintaan efektif masyarakat terhadap barang-barang (permintaan agregat) melebihi jumlah barang-barang yang tersedia (penawaran agregat),
akibatnya akan terjadi inflationary gap. Keterbatasan jumlah persediaan barang (penawaran agregat) ini terjadi karena dalam jangka pendek kapasitas produksi tidak dapat dikembangkan untuk mengimbangi kenaikan permintaan agregat. Oleh karenanya sama seperti pandangan kaum monetarist, Keynesian models ini lebih banyak dipakai untuk menerangkan fenomena inflasi dalam jangka pendek.
Dengan keadaan daya beli antara golongan yang ada di masyarakat tidak sama (heretogen), maka selanjutnya akan terjadi realokasi barang-barang yang tersedia dari golongan masyarakat yang memiliki daya beli yang relatif rendah kepada golongan masyarakat yang memiliki daya beli yang lebih besar. Kejadian ini akan terus terjadi di masyarakat. Sehingga, laju inflasi akan berhenti hanya apabila salah satu golongan masyarakat tidak bisa lagi memperoleh dana (tidak lagi memiliki daya beli) untuk membiayai pembelian barang pada tingkat harga yang berlaku, sehingga permintaan efektif masyarakat secara keseluruhan tidak lagi melebihi supply barang (inflationary gap menghilang).
Mark-up Model
Pada teori ini dasar pemikiran model inflasi ditentukan oleh dua komponen, yaitu cost of production dan profit margin. Relasi antara perubahan kedua komponen ini dengan perubahan harga dapat dirumuskan sebagai berikut :
Price = Cost + Profit Margin
Karena besarnya profit margin ini biasanya telah ditentukan sebagai suatu prosentase tertentu dari jumlah cost of production, maka rumus tersebut dapat dijabarkan menjadi :
Price = Cost + ( a% x Cost )
Dengan demikian, apabila terjadi kenaikan harga pada komponen-komponen yang menyusun cost of production dan atau penaikan pada profit margin akan menyebabkan terjadinya kenaikan pada harga jual komoditi di pasar.
Teori Struktural : Model Inflasi di Negara Berkembang
Banyak study mengenai inflasi di negara-negara berkembang, menunjukan bahwa inflasi bukan semata-mata merupakan fenomena moneter, tetapi juga merupakan fenomena struktural atau cost push inflation. Hal ini disebabkan karena struktur ekonomi negara-negara berkembang pada umumnya yang masih bercorak agraris. Sehingga, goncangan ekonomi yang bersumber dari dalam negeri, misalnya gagal panen (akibat faktor eksternal pergantian musim yang terlalu cepat, bencana alam, dan sebagainya), atau hal-hal yang memiliki kaitan dengan hubungan luar negeri, misalnya memburuknya term of trade; utang luar negeri; dan kurs valuta asing, dapat menimbulkan fluktuasi harga di pasar domestik.
Fenomena struktural yang disebabkan oleh kesenjangan atau kendala struktural dalam perekonomian di negara berkembang, sering disebut dengan structural bottlenecks. Strucktural bottleneck terutama terjadi dalam tiga hal, yaitu :
1. Supply dari sektor pertanian (pangan) tidak elastis. Hal ini dikarenakan pengelolaan dan pengerjaan sektor pertanian yang masih menggunakan metode dan teknologi yang sederhana, sehingga seringkali terjadi supply dari sektor pertanian domestik tidak mampu mengimbangi pertumbuhan permintaannya.
2. Cadangan valuta asing yang terbatas (kecil) akibat dari pendapatan ekspor yang lebih kecil daripada pembiayaan impor. Keterbatasan cadangan valuta asing ini menyebabkan kemampuan untuk mengimpor barangbarang baik bahan baku; input antara; maupun barang modal yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan sektor industri menjadi terbatas pula. Belum lagi ditambah dengan adanya demonstration effect yang dapat menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Akibat dari lambatnya laju pembangunan sektor industri, seringkali menyebabkan laju pertumbuhan supply barang tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan permintaan.
3. Pengeluaran pemerintah terbatas. Hal ini disebabkan oleh sektor penerimaan rutin yang terbatas, yang tidak cukup untuk membiayai pembangunan, akibatnya timbul defisit anggaran belanja, sehingga seringkali menyebabkan dibutuhkannya pinjaman dari luar negeri ataupun mungkin pada umumnya dibiayai dengan pencetakan uang (printing of money).
Dengan adanya structural bottlenecks ini, dapat memperparah inflasi di negara berkembang dalam jangka panjang, oleh karenanya fenomena inflasi di negaranegara yang sedang berkembang kadangkala menjadi suatu fenomena jangka panjang, yang tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang pendek. Berbeda dengan kaum monetaris yang memandang inflasi sebagai fenomena moneter, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam sektor moneter akibat dari ekspansi jumlah uang beredar, kaum neo-structuralist menekankan pada struktur sektor keuangan. Dasar pemikiran kaum neo-structuralist ini adalah pengaruh uang terhadap perekonomian terutama ditransmisikan dari supply side atau produksi.
Menurut pemikiran kaum neo-structuralist, uang merupakan salah satu faktor penentu investasi dan produksi. Bila jumlah uang yang tersedia untuk investasi melimpah, menyebabkan harga uang (suku bunga) akan murah, maka volume investasi akan meningkat. Dengan meningkatnya volume investasi, volume produksi juga akan meningkat. Sehingga, penawaran barang meningkat, yang pada gilirannya akan menekan tingkat inflasi. Dengan dasar pemikiran yang seperti ini, timbul pendapat bahwa deregulasi di sektor finansial dan peningkatan jumlah uang beredar akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi seraya menekan inflasi.
Kaum strukturalis berpendapat, bahwa selain harga komoditi pangan, penyebab utama terjadinya inflasi di negara-negara berkembang adalah akibat inflasi dari luar negeri (imported inflation). Hal ini disebabkan antara lain oleh harga barangbarang impor yang meningkat di daerah asalnya, atau terjadinya devaluasi atau depresiasi mata uang di negara pengimpor. Menurut kesimpulan dari penelitian M.N. Dalal dan G. Schachter (1988), bila kontribusi impor terhadap pembentukan output domestik sangat besar, yang artinya sifat barang impor tersebut sangat penting terhadap price behaviour di negara importir, maka kenaikan harga barang impor akan menyebabkan tekanan inflasi di dalam negeri yang cukup besar. Selain itu, semakin rendah derajat kompetisi yang dimiliki oleh barang impor (price inelastic) terhadap produk dalam negeri, akan semakin besar pula dampak perubahan harga barang impor tersebut terhadap inflasi domestik.
Kesimpulan
Fenomena inflasi di Indonesia sebenarnya semata-mata bukan merupakan suatu fenomena jangka pendek saja dan yang terjadi secara situasional, tetapi seperti halnya yang umum terjadi pada negara-negara yang sedang berkembang lainnya, masalah inflasi di Indonesia lebih pada masalah inflasi jangka panjang karena masih terdapatnya hambatan-hambatan struktural dalam perekonomian negara
Saran
pembenahan masalah inflasi di Indonesia tidak cukup dilakukan dengan menggunakan instrumen-instrumen moneter saja, yang umumnya bersifat jangka pendek, tetapi juga dengan melakukan pembenahan di sektor riil, yaitu dengan target utama mengeliminasi hambatan-hambatan struktural yang ada dalam perekonomian nasional.

Senin, 12 Maret 2012

sinopsis Komik Salad days


Salad days adalah judul sebuah manga karya Shinobu Inokuma. Manga ini diterbitkan di Indonesia oleh M&C Comics pada tahun 2001 sebanyak 18 buku.

Manga ini menceritakan kisah-kisah romantis remaja. Manga ini memiliki keunikan yang membuatnya cukup menarik, keunikan-keunikan tersebut diantaranya:

  • Kisah yang diceritakan ringan dan umumnya hanya sepanjang dua hingga tiga bab cerita.
  • Sebagian besar tokoh remaja yang diceritakan memiliki setting yang relatif sama, misalnya memiliki sekolah yang sama.
  • Kisah asrmara yang terdapat dalam serial manga ini terjadi di kota Nozawa, Tokyo. Tokoh dalam serial ini biasanya saling berhubungan satu sama lain. Salah satu cerita dari serial manga ini yang paling panjang adalah cerita cinta antara Kawamura Futaba dengan Kamiyama Yuuki. cerita ini dimulai dari jilid 1 dan berakhir pada akhir jilid 18.
  • Kata-kata terakhir dari kawamura futaba kepada Kamiyama Yuuki saat 6 Tahun sesudahnya ketika melihat murid Yuuki yang seperti mereka dulu yaitu "My Salad Days, When I Was Green In Judgement" diambil dari "Anthony & Cleopatra" karya Shakespare yang berarti "suatu hari ketika masih muda dalam mengambil keputusan".

sumber

Rabu, 07 Maret 2012

sinopsis komik Harlem beat

Harlem Beat adalah manga karya Yuriko Nishiyama. Manga ini di Indonesia diterbitkan olehElex Media Komputindo pada tahun 2001.


Manga ini bercerita tentang seorang remaja bernama Toru Naruse yang semenjak SD hingga lulus SMP selalu menjadi orang cadangan. Oleh karena itu sewaktu memasuki bangku SMU Johnan, Naruse berkeinginan untuk menjadi orang yang menonjol dengan mengikuti klub bola basket. Naruse yang sebelumnya tidak memiliki dasar di bidang basket, secara tidak sengaja bertemu dengan Syu, salah satu dari Three Men dan sekaligus pemimpinThree Men dikarenakan Syu dikenal dengan kemampuan Individu yang paling tinggi di antara Three Men yang lain, Syu adalah legenda pada Three Men's Hoop, sebuah lapangan basket three-on-three. Naruse diajarkan cara bermain basket dengan melawan Syu satu lawan satu. Pada akhirnya pun Naruse berhasil memasukkan bola basket dengan cara yang mengagumkan, yaitu dengan air walk Michael Jordan. Naruse sejak itu berhasil melewati tembok penghalang yang selalu membatasi dirinya. Mulai sejak itu dia terus berlatih keras, Lalu tidak lama setelah kejadian diatas, akhirnya Naruse membentuk tim street basket bernama Scratch bersama-sama dengan Mizuki kawan kecilnya, dan Kosuke seorang gangster daerah Shibuya serta salah satu orang yang pernah mengambil angka dari Three Men. Tidak lama setelah membentuk tim tersebut, muncul kejuaraan street basket dan akhirnya mereka ikut kejuaraan tersebut. Mulai dari kejuaraan tersebutlah Sawamura bergabung kedalam Scratch sekaligus penampilan pertama pada Harlem Beat. Waktu terus berlalu hingga akhirnya Johnan berhasil masuk kedalam tingkat nasional dimana Johnan pun menghadapi musuh yang semakin lama semakin kuat. Kejuaraan nasional saat itu dilakukan di Osaka dimana di kota tersebutlah Naruse bertemu dengan Tomomi yang akhirnya mempunyai hubungan lebih dari sekedar teman. Naruse juga bertemu dengan rival terkuatnya, Sasuke Amami yang merupakan anggota tim basket Kanakita yang berkali-kali mendapat gelar juara nasional basket SMA se-Jepang. Johnan yang pada mulanya terpuruk, kini dapat kembali berjaya.

Tokoh
Toru Naruse
tak mempunyai keahlian apa apa tapi bertekad menjadi pahlawan di tim basket sekolah nya,sejak membentuk scratch bersama Mizuki, Kosuke dan Sawamura, dan menjalani training camp kemampuan Naruse berkembang pesat, ia pun mempunya teknik - teknik khas seperti High loop lay up, Air walk, sampai lay up progresif yang digunakannya untuk mengalahkan Sasuke saat melawan kanakita. hobinya makan mie, Pocky Strawberri, dan memiliki hubungan khusus dengan anggota St.Felicia yaitu Tomomi

Masahiro Sawamura
sejak ditelantarkan oleh Ayah kandungnya Sawamura menjadi seorang yang tegar, tapi dia terbiasa dengan kehidupan jalanan sejak diangkat menjadi anak oleh salah seorang yakuza. dari dia lah Sawamura belajar teknik berjudi. Turnamen Sky Kiss mempertemukannya dengan anggota Scratch yang lain, awalnya Sawamura adalah pemain bayaran, namun karena melihat Naruse membelanya mati - matian pada saat Sawamura dikeroyok akhirnya sejak itu mereka pun bersahabat, Sakurai yang melihat bakat Sawamura akhirnya menggunakan Pamannya yang seorang polisi untuk memaksa Sawamura masuk sekolah Johnan dan bergabung dengan tim basket. Sawamura yang memiliki fans di sekolah malah menganggap cewek - cewek tersebut merepotkan dan hanya dimanfaatkan oleh kiriko sang manajer tim basket yang sama liciknya dengan Sawamura sebagai sumber dana bagi kas klub basket, dengan menjual foto Sawamura kepada para penggemarnya. Namun begitu Sawamura dianggap adalah salah satu pemain yang disegani karena trik triknya dalam bermain basket yang sangat mengagumkan. Selain bersenjatakan tipuan keahlian utama Sawamura adalah Three Point, dan dijuluki sebagai The Miracle Shooter didunia basket.

Karikatur

Kartunis goal.com merilis karikatur yang membahas tentang “mainan” Sang pemilik “The Blues” Chelsea yaitu taipan asal Rusia Roman Abramovic. Mereka menggambarkan bahwa para pelatih yang pernah menangani tim nya dianggap seperti mainan, karena dengan mudahnya pelatih tersebut dipecat jika tidak menghasilkan trofi apapun atau melorotnya prestasi tim.

Mainan terakhir sang pemilik yaitu Andre Villas Boas resmi didepak dari kursi kepelatihan Chelsea, setelah timnya mengalami kekalahan dari tim premiere league lainnya yaitu west bromwich albion. Sebelumnya deretan nama – nama mainan Abramovic adalah Jose Mourinho, Carlo Ancelloti, Luis Felipe Scolari, Avram Grant. Sementara yg ditunjuk sebagai caretaker yaitu mantan asisten pelatih AVB yaitu Roberto Di Mateo.