Kamis, 04 Oktober 2012

tanggung jawab sosial PT. Ramayana Lestari Sentosa

sebuah perusahaan yang didirikan harus mempunyai visi misi yang jelas dalam menjaga kelangsungan perusahaan dalam mencapai target yang diinginkan,tetapi perusahaan tidak bisa memungkiri salah satu faktor yaitu faktor sosial akan turut andil dalam maju atau mundurnya sebuah perusahaan.

sebuah perusahaan yang didirikan tidak dapat mengabaikan faktor sosial budaya yang ada dilingkungan sekitar perusahaan, jika ia sebuah Industri dalam ini pabrik, perusahaan harus dan wajib memikirkan pula tentang AMDAL, karena pabrik biasanya berdiri dekat dengan pemukiman penduduk ataupun pembuangan hasil produksi pabrik tersebut melewati sungai-sungai dekat dengan pemukiman warga. sering kita lihat di massmedia, baik cetak ataupun elektronik menayangkan tentang kisruhnya suasana dilingkungan sekitar pabrik karena banyak pabrik tidak memperhatikan faktor AMDAL tersebut, entah karena limbah membuat tercemarnya sungai, membuat kotor udara sehingga banyak warga yang pernafasannya terganggu, dan lain-lain yang kesemuanya itu akan membuat lingkungan sekitar merasa terganggu akan kehadiran pabrik tersebut.

sebagai pengusaha yang cerdas, yang tidak memperhatikan keuntungan semata, sudah semestinya ia memperhatikan sosial lingkungan dimana pabrik, perusahaan, atau tempat kerja mereka didirikan atau dibangun. banyak hal yang dapat dilakukan perusahaan tersebut guna menyelaraskan tujuan perusahaan dan tercapainya tanggung jawab sosial yang semestinya dilakukan, seperti mendirikan klinik bagi warga sekitar, membuat acara-acara yang menyangkut lingkungan sosial seperti bakti sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, dan ikut serta melakukan atau minimal membantu berkembangnya daerah sekitar perusahaan didirikan, seperti perbaikan sarana umum seperti jalan, membangun sekolah, dan lain-lain, masih banyak yang dapat dilakukan perusahaan dalam masalah ini. sedangkan untuk pabrik-pabrik yang meninggalkan limbah hasil sisa produksi sepatutnya memperhatikan sistem pembuangan limbah. jika limbah dibuang melalui sungai ada baiknya dipikirkan dan dibuat sistem agar ekosistem yang hidup dan bergantung kepada sungai tersebut tidak mati. 

tentunya peran ini sebaiknya tidak hanya dilakukan dari satu pihak, perusahaan harus menggandeng warga sekitar agar ikut membangun, turut membantu agar terjadinya simbiosis mutualisme antara perusahaan dan lingkungan sosial perusahaan tersebut.

dalam hal ini PT. RALS selaku pelaku usaha turut serta memperhatikan lingkungan sosial dengan contoh membagikan 2000 paket sembako di wilayah tanggerang dan melakukan pengobatan gratis pada tahun 2011 kepada keluarg prasejahtera dengan menjaring pasien sampai kepada tindakan medikal / operasi pada rumah sakit yang dirujuk dengan menghabiskan biaya sebesar Rp733.934.228. 

masih banyak contoh baik PT. RALS ataupun PT lain yang melakukan kegiatan serupa. semoga kedepannya semua pengusaha dapat mengikuti kebijakan-kebijakan tersebut.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar